Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas II SD Negeri 14 Kelakik

Authors

  • Tuti Elviyanti STKIP MELAWI, Indonesia
  • Mastiah STKIP Melawi, Indonesia
  • M Akip STKIP Melawi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46368/jppsd.v4i2.5108

Keywords:

kesulitan membaca permulaan, siswa sekolah dasar, EGRA, pemahaman membaca

Abstract

Abstract

This study aimed to analyze the beginning reading difficulties of second-grade students at SD Negeri 14 Kelakik using the Early Grade Reading Assessment (EGRA) instrument. The study employed a descriptive qualitative method with data collection techniques consisting of observation, interviews, documentation, and reading tests. The subjects were 23 second-grade students, of whom 8 students experienced beginning reading difficulties. The findings showed that students experienced difficulties in recognizing letters, reading meaningful words, reading non-meaningful words, reading fluently and comprehending texts, as well as listening comprehension. The most dominant difficulty was reading non-meaningful words with an average score of 10%. Students also had difficulty distinguishing similar letters such as “b” and “d” or “f” and “v”, reading fluently, combining letters into words, and understanding reading content. The study concludes that beginning reading skills need continuous practice and guidance to improve students’ reading abilities optimally.

Keywords: Beginning Reading Difficulties, Elementary School Students, EGRA, Reading Comprehension.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri 14 Kelakik menggunakan instrumen Early Grade Reading Assessment (EGRA). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes membaca. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa kelas II, dengan 8 siswa mengalami kesulitan membaca permulaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan pada aspek mengenal huruf, membaca kata bermakna, membaca kata tidak bermakna, kelancaran membaca nyaring dan pemahaman bacaan, serta menyimak. Kesulitan yang paling dominan terdapat pada aspek membaca kata tidak bermakna dengan rata-rata skor 10%. Siswa juga mengalami kesulitan membedakan huruf yang bentuknya hampir sama seperti “b” dan “d” atau “f” dan “v”, membaca dengan lancar, merangkai huruf menjadi kata, serta memahami isi bacaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan membaca permulaan perlu ditingkatkan melalui latihan dan pendampingan secara berkelanjutan agar kemampuan membaca siswa berkembang secara optimal.

Kata kunci: Kesulitan Membaca Permulaan, Siswa Sekolah Dasar, EGRA.

References

Adriani. (2020). Pembelajaran membaca permulaan melalui metode eja bagi siswa berkesulitan membaca (disleksia) (Studi kasus mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas II Madrasah Ibtidaiyah Quraniah VIII Palembang), 15, 153.

Arikunto, S. (2021). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Hasanah. (2021). Analisis kemampuan membaca permulaan dan kesulitan yang dihadapi siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(5), 3296–3307.

Januarti. (2020). Analisis kesulitan belajar dalam pembelajaran membaca cepat siswa kelas II SD Gugus VI Kecamatan Abang. Jurnal PGSD UPG, 4(1), 1–10.

Kristanto. (2020). Konsep dan perancangan database. Andi.

Kumara, A. (2020). Perkembangan kemampuan membaca. Dalam A. Kumara, Kesulitan berbahasa pada anak (hlm. 1–26). PT Kanisius.

Mulyono Abdurrahman. (2020). Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar. Depdikbud Dirjen Dikti.

Muyasaroh. (2020). Peningkatan keterampilan membaca permulaan melalui penerapan metode struktur analitik sintetik (SAS) bagi siswa kelas 2 semester 1 SD Negeri Tumenggungan Surakarta tahun 2019/2020. Jurnal Pendidikan, 5(25), 94.

Rahim. (2019). Pengajaran membaca di sekolah dasar. Bumi Aksara.

Rafika, dkk. (2020). Analisis kesulitan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar, 2, 301–306.

Rahmawati. (2020). Strategi pembelajaran membaca dan menulis permulaan melalui media kata bergambar. Jurnal SAP, 1(3), 259–260.

Rahmadhani. (2020). Analisis kesulitan siswa dalam membaca permulaan di kelas II MIN 2 Kota Mataram tahun pembelajaran 2020/2021 (Skripsi, Universitas Islam Negeri Mataram).

Satori, D., & Komariah, A. (2020). Metodologi penelitian kualitatif. Alfabeta.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Alfabeta.

Turkeltaub. (2019). The neurobiological basis of reading: A special case of skill acquisition (hlm. 103–129).

Wardani. (2021). Pengajaran Bahasa Indonesia bagi anak berkesulitan belajar. Depdikbud Dirjen Dikti.

Downloads

Published

2026-05-25

How to Cite

Tuti Elviyanti, Mastiah, & M Akip. (2026). Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas II SD Negeri 14 Kelakik. JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR, 4(2), 88–100. https://doi.org/10.46368/jppsd.v4i2.5108

Issue

Section

Articles

Citation Check