Sosialisasi Re-Branding Visual dan Digitalisasi UMKM di Desa Pasirtanjung
Visual Re-Branding Socialization and MSME Digitalization in Pasirtanjung Village
DOI:
https://doi.org/10.46368/dpkm.v6i3.5465Abstract
Abstrak
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar ekonomi lokal di Desa Pasirtanjung, Kabupaten Bekasi, yang memiliki potensi besar namun masih terkendala dalam aspek identitas visual dan adopsi teknologi pembayaran digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui program re-branding visual dan digitalisasi transaksi pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Program ini dilaksanakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan pelaku UMKM sebagai subjek utama. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan usaha, sosialisasi pentingnya brand identity dan literasi keuangan digital, pendampingan perancangan desain banner usaha yang profesional, serta fasilitasi pendaftaran dan operasionalisasi QRIS. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tampilan fisik usaha mitra yang kini memiliki identitas visual yang lebih informatif dan menarik. Selain itu, implementasi QRIS berhasil membantu pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan transaksi secara otomatis, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas jangkauan akses pembayaran non-tunai. Integrasi ini menjadi solusi praktis bagi pelaku usaha mikro untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Kesimpulan dari program ini adalah bahwa pendampingan yang bersifat aplikatif dan berbasis kebutuhan lapangan sangat efektif dalam mendorong transformasi digital di tingkat desa, sehingga dapat menjadi model pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan.
Kata Kunci: Digitalisasi UMKM; Re-Branding Visual; QRIS; Desa Pasirtanjung; Pendampingan Ekonomi
Abstract
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are a local economic pillar in Pasirtanjung Village, Bekasi Regency, which hold great potential but remain constrained by weak visual identity and limited adoption of digital payment technology. This community service program aims to improve MSME competitiveness through a visual re-branding program and the digitalization of payment transactions using the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). The program was implemented through a Participatory Action Research (PAR) approach that involved MSME actors as the main subjects. The activity stages included identifying business needs, socializing the importance of brand identity and digital financial literacy, assisting in the design of professional business banners, and facilitating QRIS registration and operation. The results show a significant improvement in the physical appearance of the partner businesses, which now have a more informative and attractive visual identity. In addition, QRIS implementation successfully helped MSME actors automatically record transactions, improve operational efficiency, and expand access to non-cash payments. This integration offers a practical solution for micro business actors to adapt to changing consumer behavior. In conclusion, applied, needs-based assistance is highly effective in driving village-level digital transformation and can become a model for sustainable MSME empowerment.
Keywords: MSME Digitalization; Visual Re-Branding; QRIS; Pasirtanjung Village; Economic Assistance
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Alya Lutfia Efendi, Gilang Shahab Raya, Octavia Syafitri, Dzika Ersanda, Winispa, Agus, Zaki Abdul Azis, Koko Khoirul Falah, Ilham Nur Arifin, Aan Yuliyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



