PENINGKATAN LITERASI DAN PENGELOLAAN KEUANGAN PADA SISWA-SISWI SMP NEGERI 2 TERENTANG

Authors

  • Mochammad Farhandi Rizki Mauliady Program Studi Manajemen Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia
  • Anggraini Syahputri Program Studi Manajemen Universitas Tanjungpura, Pontianak , Indonesia
  • Silvi Aurelia Nur Pratama Program Studi Manajemen Universitas Tanjungpura, Pontianak , Indonesia
  • Syakira Maulida Rahma Program Studi Manajemen Universitas Tanjungpura, Pontianak , Indonesia
  • Adilah Rahmah Program Studi Manajemen Universitas Tanjungpura, Pontianak , Indonesia
  • Muhammad Raflie Andhara Program Studi Manajemen Universitas Tanjungpura, Pontianak , Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46368/dpkm.v5i3.5260

Abstract

Abstract: Junior high school students who are aged 12 to 15 often exhibit consumptive spending habits because they are influenced by lifestyle trends and peer pressure. Enhancing financial literacy at this stage is crucial since it addresses challenges brought by rapid information flow and economic developments. An outreach program at SMP Negeri 2 Terentang in West Kalimantan aimed to improve students’ financial management skills by teaching them to distinguish between needs and wants and to manage income and expenses effectively. The program used a qualitative approach where interactive socialisation was combined with educational games in order to strengthen understanding. The results showed significant improvement in students’ financial literacy as it fostered responsible habits. This initiative was impactful because it prepared students for mindful financial management while aligning with their developmental needs in the modern era.

Keywords:Financial Management, Financial Literacy, Socialisation

Abstrak: Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) termasuk dalam kategori usia remaja awal yaitu berkisar antara 12 hingga 15 tahun. Pada masa ini mereka cenderung konsumtif dalam menggunakan uang saku, dipengaruhi gaya hidup dan tekanan pergaulan. Peningkatan literasi keuangan pada usia ini sangat penting mengingat pesatnya arus informaasi dan perkembangan ekonomi. Program sosialisasi di SMP Negeri 2 Terentang, Kalimantan Barat, bertujuan meningkatkan kemampuan siswa mengelola keuangan secara bijak. Dalam kegiatan ini, siswa belajar membedakan kebutuhan dan keinginan serta mengelola pendapatan dan pengeluaran secara efektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui sosialisasi interaktif dan permainan edukatif untuk memperkuat pemahaman. Hasilnya, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman dalam pengelolaan keuangan, yang berdampak positif pada kebiasaan bertanggung jawab. Program ini relevan untuk membentuk generasi muda yang lebih sadar dan bijak secara finansial.

Kata kunci: Pengelolaan Keuangan, Literasi Keuangan, Sosialisasi

Author Biographies

Silvi Aurelia Nur Pratama, Program Studi Manajemen Universitas Tanjungpura, Pontianak

Abstract: Junior high school students who are aged 12 to 15 often exhibit consumptive spending habits because they are influenced by lifestyle trends and peer pressure. Enhancing financial literacy at this stage is crucial since it addresses challenges brought by rapid information flow and economic developments. An outreach program at SMP Negeri 2 Terentang in West Kalimantan aimed to improve students’ financial management skills by teaching them to distinguish between needs and wants and to manage income and expenses effectively. The program used a qualitative approach where interactive socialisation was combined with educational games in order to strengthen understanding. The results showed significant improvement in students’ financial literacy as it fostered responsible habits. This initiative was impactful because it prepared students for mindful financial management while aligning with their developmental needs in the modern era.

Keywords:Financial Management, Financial Literacy, Socialisation

Abstrak: Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) termasuk dalam kategori usia remaja awal yaitu berkisar antara 12 hingga 15 tahun. Pada masa ini mereka cenderung konsumtif dalam menggunakan uang saku, dipengaruhi gaya hidup dan tekanan pergaulan. Peningkatan literasi keuangan pada usia ini sangat penting mengingat pesatnya arus informaasi dan perkembangan ekonomi. Program sosialisasi di SMP Negeri 2 Terentang, Kalimantan Barat, bertujuan meningkatkan kemampuan siswa mengelola keuangan secara bijak. Dalam kegiatan ini, siswa belajar membedakan kebutuhan dan keinginan serta mengelola pendapatan dan pengeluaran secara efektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui sosialisasi interaktif dan permainan edukatif untuk memperkuat pemahaman. Hasilnya, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman dalam pengelolaan keuangan, yang berdampak positif pada kebiasaan bertanggung jawab. Program ini relevan untuk membentuk generasi muda yang lebih sadar dan bijak secara finansial.

Kata kunci: Pengelolaan Keuangan, Literasi Keuangan, Sosialisasi

Syakira Maulida Rahma, Program Studi Manajemen Universitas Tanjungpura, Pontianak

Abstract: Junior high school students who are aged 12 to 15 often exhibit consumptive spending habits because they are influenced by lifestyle trends and peer pressure. Enhancing financial literacy at this stage is crucial since it addresses challenges brought by rapid information flow and economic developments. An outreach program at SMP Negeri 2 Terentang in West Kalimantan aimed to improve students’ financial management skills by teaching them to distinguish between needs and wants and to manage income and expenses effectively. The program used a qualitative approach where interactive socialisation was combined with educational games in order to strengthen understanding. The results showed significant improvement in students’ financial literacy as it fostered responsible habits. This initiative was impactful because it prepared students for mindful financial management while aligning with their developmental needs in the modern era.

Keywords:Financial Management, Financial Literacy, Socialisation

Abstrak: Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) termasuk dalam kategori usia remaja awal yaitu berkisar antara 12 hingga 15 tahun. Pada masa ini mereka cenderung konsumtif dalam menggunakan uang saku, dipengaruhi gaya hidup dan tekanan pergaulan. Peningkatan literasi keuangan pada usia ini sangat penting mengingat pesatnya arus informaasi dan perkembangan ekonomi. Program sosialisasi di SMP Negeri 2 Terentang, Kalimantan Barat, bertujuan meningkatkan kemampuan siswa mengelola keuangan secara bijak. Dalam kegiatan ini, siswa belajar membedakan kebutuhan dan keinginan serta mengelola pendapatan dan pengeluaran secara efektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui sosialisasi interaktif dan permainan edukatif untuk memperkuat pemahaman. Hasilnya, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman dalam pengelolaan keuangan, yang berdampak positif pada kebiasaan bertanggung jawab. Program ini relevan untuk membentuk generasi muda yang lebih sadar dan bijak secara finansial.

Kata kunci: Pengelolaan Keuangan, Literasi Keuangan, Sosialisasi

Muhammad Raflie Andhara, Program Studi Manajemen Universitas Tanjungpura, Pontianak

Abstract: Junior high school students who are aged 12 to 15 often exhibit consumptive spending habits because they are influenced by lifestyle trends and peer pressure. Enhancing financial literacy at this stage is crucial since it addresses challenges brought by rapid information flow and economic developments. An outreach program at SMP Negeri 2 Terentang in West Kalimantan aimed to improve students’ financial management skills by teaching them to distinguish between needs and wants and to manage income and expenses effectively. The program used a qualitative approach where interactive socialisation was combined with educational games in order to strengthen understanding. The results showed significant improvement in students’ financial literacy as it fostered responsible habits. This initiative was impactful because it prepared students for mindful financial management while aligning with their developmental needs in the modern era.

Keywords:Financial Management, Financial Literacy, Socialisation

Abstrak: Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) termasuk dalam kategori usia remaja awal yaitu berkisar antara 12 hingga 15 tahun. Pada masa ini mereka cenderung konsumtif dalam menggunakan uang saku, dipengaruhi gaya hidup dan tekanan pergaulan. Peningkatan literasi keuangan pada usia ini sangat penting mengingat pesatnya arus informaasi dan perkembangan ekonomi. Program sosialisasi di SMP Negeri 2 Terentang, Kalimantan Barat, bertujuan meningkatkan kemampuan siswa mengelola keuangan secara bijak. Dalam kegiatan ini, siswa belajar membedakan kebutuhan dan keinginan serta mengelola pendapatan dan pengeluaran secara efektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui sosialisasi interaktif dan permainan edukatif untuk memperkuat pemahaman. Hasilnya, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman dalam pengelolaan keuangan, yang berdampak positif pada kebiasaan bertanggung jawab. Program ini relevan untuk membentuk generasi muda yang lebih sadar dan bijak secara finansial.

Kata kunci: Pengelolaan Keuangan, Literasi Keuangan, Sosialisasi

Downloads

Published

2025-10-31

How to Cite

Mauliady, M. F. R., Syahputri, A., Pratama, S. A. N., Rahma, S. M., Rahmah, A., & Andhara, M. R. (2025). PENINGKATAN LITERASI DAN PENGELOLAAN KEUANGAN PADA SISWA-SISWI SMP NEGERI 2 TERENTANG. Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3). https://doi.org/10.46368/dpkm.v5i3.5260

Issue

Section

Articles

Citation Check

Most read articles by the same author(s)