Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Bedetan Perancak untuk Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan di Kabupaten Jembrana, Bali

Empowering the Bedetan Perancak Women Farmers Group to Enhance Fishermen’s Welfare in Jembrana Regency, Bali

Authors

  • Putu Putra Astawa Univeristas Hindu Indonesia, Indonesia
  • Putu Atim Purwaningrat Univeristas Hindu Indonesia, Indonesia
  • Kadek Oky Sanjaya Univeristas Hindu Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46368/dpkm.v6i1.4489

Abstract

Abstrak

Pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah merupakan strategi penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Desa Perancak di Kabupaten Jembrana, Bali, memiliki potensi besar dalam pengolahan ikan lemuru menjadi Bedetan, sebuah kuliner lokal yang memiliki nilai ekonomi signifikan. Namun, proses produksi yang masih manual, keterbatasan pengelolaan usaha, dan pemasaran yang belum optimal menjadi tantangan utama bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Bedetan Perancak. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui penerapan teknologi Solar Dry Dum, penguatan sistem manajemen usaha berbasis digital, dan strategi pemasaran modern. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi keberlanjutan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi hingga 30%, keterampilan manajemen usaha yang lebih profesional, dan perluasan jangkauan pemasaran produk ke luar daerah. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap pemberdayaan perempuan nelayan, peningkatan pendapatan keluarga, dan penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan budaya.

Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, teknologi pengolahan ikan, manajemen digital, pemasaran, Bedetan

Abstract

Processing fishery products into value-added products is an important strategy in increasing the income of coastal communities. Perancak Village in Jembrana Regency, Bali, has great potential in processing lemuru fish into Bedetan, a local culinary that has significant economic value. However, the manual production process, limited business management, and marketing that is not optimal are the main challenges for the Bedetan Perancak Women Farmers Group (KWT). The Community Service Program (PKM) is designed to overcome these problems through the application of Solar Dry Dum technology, strengthening digital-based business management systems, and modern marketing strategies. The implementation method includes socialization, training, technology application, mentoring, and sustainability evaluation. The results of the implementation show an increase in production capacity of up to 30%, more professional business management skills, and an expansion of product marketing reach outside the region. This program makes a positive contribution to the empowerment of women fishermen, increasing family income, and strengthening the local economy based on cultural wisdom.

Keywords: community empowerment, fish processing technology, digital management, marketing, Bedetan

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Astawa, P. P., Purwaningrat, P. A., & Sanjaya, K. O. S. (2026). Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Bedetan Perancak untuk Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan di Kabupaten Jembrana, Bali: Empowering the Bedetan Perancak Women Farmers Group to Enhance Fishermen’s Welfare in Jembrana Regency, Bali. Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 108–112. https://doi.org/10.46368/dpkm.v6i1.4489

Citation Check