Edukasi Literasi Digital tentang Cybercrime untuk Pencegahan Hoaks dan Penipuan pada Anggota PKK Gunung Wijil
Digital Literacy Education on Cybercrime Prevention to Address Hoaxes and Online Fraud among PKK Members in Gunung Wijil
DOI:
https://doi.org/10.46368/dpkm.v6i3.5217Abstract
Abstrak
Pesatnya perkembangan teknologi digital dan media sosial memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses serta menyebarkan informasi. Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai permasalahan, seperti penyebaran hoaks dan meningkatnya kasus penipuan digital di lingkungan masyarakat. Ibu-ibu PKK Desa Gunung Wijil menjadi salah satu kelompok yang aktif menggunakan media sosial sehingga memiliki risiko lebih besar terhadap ancaman cybercrime, seperti phishing, tautan palsu, penipuan bantuan sosial, dan pencurian data pribadi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya literasi digital dalam mencegah hoaks dan penipuan digital. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, penyampaian materi, dan sesi diskusi interaktif secara langsung kepada anggota PKK Desa Gunung Wijil. Materi yang diberikan mencakup pemahaman literasi digital, jenis-jenis hoaks, bentuk penipuan digital, cara memverifikasi informasi, serta upaya pencegahan cybercrime di media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan mengalami peningkatan pemahaman terkait pentingnya menyaring informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain. Selain itu, peserta juga menjadi lebih berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang banyak beredar melalui media sosial maupun aplikasi pesan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat agar lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial sehingga mampu mengurangi risiko penyebaran hoaks dan kejahatan siber di lingkungan masyarakat.
Kata Kunci: Literasi digital; cybercrime; hoaks; penipuan digital; media sosial.
Abstract
The rapid development of digital technology and social media provides convenience for the public in accessing and disseminating information. However, this development has also given rise to various problems, such as the spread of hoaxes and the increase in digital fraud cases within the community. The mothers of the PKK (Family Welfare Movement) in Gunung Wijil Village have become one of the groups actively using social media, thus facing a greater risk of cybercrime threats, such as phishing, fake links, social assistance scams, and personal data theft. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness about the importance of digital literacy in preventing hoaxes and digital scams. The methods used in this activity include socialization, material presentation, and interactive discussion sessions directly with the members of the PKK Desa Gunung Wijil. The materials provided cover understanding digital literacy, types of hoaxes, forms of digital fraud, how to verify information, and efforts to prevent cybercrime on social media. The results of the activity show that participants engaged enthusiastically and experienced an increased understanding of the importance of filtering information before sharing it with others. In addition, participants also became more cautious of various forms of digital scams that are widely circulated thru social media and messaging applications. This activity is expected to help the community become more wise, critical, and responsible in using digital media, thereby reducing the risk of hoax dissemination and cybercrime in the community.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Rizki Nur Rokhim, Ali Furqon, Kharisatul Uyun, Kurniawan Aji Ramadan, Desinta Dwi Rahayu, Fattikha Rizqi Ananda Saputri, Vicha Ellesta Vanesya Putri, Sri Hartini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



