Analisis Penegakkan Tata Tertib Sekolah Sebagai Sarana Pendidikan Moral di SD Negeri 27 Kenual Nanga Pinoh

Authors

  • Dayang Nani STKIP Melawi, Indonesia
  • Mardiana STKIP Melawi, Indonesia
  • ahmad Khoiri STKIP Melawi, Indonesia

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the enforcement of school rules as a means of moral education at State Elementary School 27 Kenual, Melawi Regency. The research employed a qualitative method with a descriptive qualitative approach. The research subjects included the principal, teachers, and students. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, and their validity was tested through technique triangulation. The results show that the enforcement of school rules at SDN 27 Kenual has been implemented consistently and in a structured manner. Teachers play an active role in supervising, reprimanding, and providing educational sanctions, such as requiring students who arrive late to clean the school yard. Teachers’ exemplary discipline further strengthens students’ character formation. The main supporting factors are teacher consistency and parental support, while the inhibiting factors include the low awareness of some students and environmental influences. It is concluded that school rules are effective as a means of moral education, but they still need to be strengthened through synergy among the school, parents, and the community.

Keywords: School Rules, Education, Moral.

 

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan menganalisis penegakan tata tertib sekolah sebagai sarana pendidikan moral di Sekolah Dasar Negeri 27 Kenual, Kabupaten Melawi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan tata tertib di SDN 27 Kenual telah dilaksanakan secara konsisten dan terstruktur. Guru berperan aktif dalam mengawasi, menegur, dan memberikan sanksi yang bersifat mendidik, seperti membersihkan halaman sekolah bagi siswa yang terlambat. Keteladanan guru dalam bersikap disiplin turut memperkuat pembentukan karakter siswa. Faktor pendukung utama ialah konsistensi guru dan dukungan orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran sebagian siswa dan pengaruh lingkungan. Disimpulkan bahwa tata tertib efektif sebagai sarana pendidikan moral, namun masih perlu diperkuat melalui sinergi sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Kata Kunci: Tata Tertib, Pendidikan, Moral.

References

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2017). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom’s taxonomy of educational objectives. New York, NY: Longman.

Darmadi, H. (2014). Metode penelitian pendidikan dan sosial. Bandung: Alfabeta.

(Kutipan Bogdan & Biklen diwakili dalam Darmadi)

Gunarsa, S. D. (2018). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Hasan, S. H. (2010). Pengembangan pendidikan karakter bangsa. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Hurlock, E. B. (2017). Perkembangan anak (Jilid 2). Jakarta: Erlangga.

Kaelan. (2016). Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Kebijakan Merdeka Belajar. Jakarta: Kemendikbud.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Kemendikbudristek.

Lickona, T. (2013). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York, NY: Bantam Books.

_________. (2018). Character matters: How to help our children develop good judgment, integrity, and other essential virtues. New York, NY: Touchstone.

Najib, M. (2019). Dasar-dasar pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group.

(Kutipan Alberty diwakili dalam Najib, 2019, hlm. 164)

Narvaez, D., & Lapsley, D. K. (2016). Moral identity, moral functioning, and the development of moral character. New York, NY: Routledge.

Ningsih, T. (2018). Sanksi edukatif dalam pendidikan karakter di sekolah. Jurnal Pendidikan Moral, 4(2), 55–66.

_________, (2019). Pendidikan moral anak usia dini. Bandung: Alfabeta.

(Kutipan Blasi diwakili dalam Ningsih, 2019, hlm. 13)

Rafai, M. (2019). Manajemen pendidikan karakter. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

(Kutipan Mulyono diwakili dalam Rafai, 2019, hlm. 139)

Sardiman, A. M. (2018). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Shochib, M. (2010). Pola asuh orang tua. Jakarta: Rineka Cipta.

Suryadi. (2019). Pendidikan karakter di daerah pedesaan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 25(2), 145–158.

Suyanto. (2013). Pendidikan karakter: Teori dan praktik. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Tilaar, H. A. R. (2015). Paradigma baru pendidikan nasional. Jakarta: Rineka Cipta.

Trilling, B., & Fadel, C. (2019). 21st century skills: Learning for life in our times. San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Tu’u, T. (2004). Peran disiplin pada perilaku dan prestasi siswa. Jakarta: Grasindo.

______. (2017). Disiplin pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Wibowo, A. (2012). Pendidikan karakter: Strategi membangun karakter bangsa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Winataputra, U. S. (2015). Pendidikan kewarganegaraan dalam perspektif pendidikan nasional. Jakarta: Universitas Terbuka.

Wiyani, N. A. (2016). Manajemen pendidikan karakter. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Zubaedi. (2019). Desain pendidikan karakter. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2026-01-16

How to Cite

Dayang Nani, Mardiana, & ahmad Khoiri. (2026). Analisis Penegakkan Tata Tertib Sekolah Sebagai Sarana Pendidikan Moral di SD Negeri 27 Kenual Nanga Pinoh. JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR, 4(1), 29–38. Retrieved from https://jurnalstkipmelawi.ac.id/index.php/ADJPP/article/view/4919

Issue

Section

Articles

Citation Check