PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI EKSTRAKURIKULER FUTSAL DAN EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI BERDASARKAN TKSI
DOI:
https://doi.org/10.46368/jpjkr.v13i2.5124Abstract
Tujuan penelitian ini untuk membandingkan tingkat kebugaran jasmani peserta didik ekstrakurikuler futsal dan bola voli berdasarkan Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI) fase E-F. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif. Populasi dalam penelitian adalah peserta didik ekstrakurikuler futsal dan bola voli di SMA Negeri 1 Lamongan. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 26 peserta didik yang terdiri atas 13 peserta futsal dan 13 peserta bola voli. Instrumen penelitian menggunakan TKSI fase E-F. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Mann-Whitney U. Hasil pada penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat kebugaran jasmani antara kedua kelompok (p<0,05). Peserta ekstrakurikuler futsal lebih unggul pada kelincahan, kecepatan reaksi, dan daya tahan kardiorespirasi, sedangkan peserta ekstrakurikuler bola voli lebih unggul pada power otot tungkai dan daya tahan otot lengan.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Kefin Dwi Setiawan, Heryanto Nur Muhammad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk pendistribusian non-eksklusif dari versi terbitan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan awal dari karya tersebut. publikasi di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak atas karya yang dipublikasikan.




