ANALISIS INTERFERENSI LEKSIKAL PADA KALANGAN USIA ORANGTUA MASYARAKAT DAYAK BIDAYUH DI BADAT LAMA (PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA)

LILIAN SLOW, EKO FERY HARYADI SAPUTRO

Sari


Abstract: Lexical Interference commonly happens in a bilingualism society. The People of Dayak Bidayuh in Badat lama village is a part of bilingualism society. The languages that they used are Bidayuh dialect and Malaysia Language. Most of Badat Lama People master the language but not all of them. The older people masters the languages mostly. The mastering of Malaysia Language affects their competence of Bahasa. Therefore, the aim of this research is to analyze the error of speaking in Bahasa. The error analyzed in word, phrase, and structure and it called as Lexical Interference. This research used a qualitative and quantitative method and it was a survey research. The collecting data technique of this research was by interview record. The result of it shows that there are 19 respondents of 25 respondents do the lexical interference either, word, phrase, and structure. Then, twoof 25 adult respondents do not do lexical interference. And then, only four respondents can not speak Bahasa. It concludes that amount 76% of the older respondents in Badat Lama did the Lexical Interference.

Keywords: Lexical Interfernce, Badat Lama   

 

Abstrak: Interferensi Leksikal merupakan hal yang biasa terjadi dalam masyarakat yang menggunakan lebih dari satu bahasa. Masyarakat dayak bidayuh di badat lama termasuk diantara masyarakat yang menguasai lebih dari satu bahasa, yaitu bahasa dayak dialek bidayuh dan bahasa Malaysia. Penguasaan bahasa Malaysia memang tidak dikuasai oleh semua masyarakat Badat Lama, namun sebagian besar dari mereka menguasai bahasa Malaysia terutama dari kalangan usia orangtua. Penguasaan bahasa Malaysia tersebut sangat mempengaruhi kemampuan berbahasa Indonesia mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan atau kekeliruan yang terjadi ketika masyarakat kalangan usia orangtua berbicara berbahasa Indonesia. Kesalahan atau kekeliruan yang dianalisis adalah penggunaan kata, frase, dan struktur kata dalam kalimat atau biasa disebut dengan Interferensi Leksikal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan menggunakan jenis penelitian survey. Teknik pengumpulan data yaitu dengan rekaman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 25 responden kalangan usia orangtua, terdapat 19 responden yang melakukan interferensi leksikal baik dalam bentuk kata, frase dan struktur dan 2 orang tidak melakukan interferensi leksikal. Terdapat empat responden yang tidak dapat berbahasa Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat Badat Lama yang melakukan interferensi leksikal sebanyak 76% dari seluruh responden. 

Kata kunci: interferensi leksikal, Badat Lama

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.